Jumat, 07 Desember 2012

General Sound Keen


Persib Bandungku 


General Sound Keen


Intro : C Am Fm G 4x
C                                        Am
kau selalu di hati 
                                                   Fm
kau selalu di nanti
                                G
ku yakin itu pasti
Fm                G C
karna kau jiwaku     
                                  Am
kau injakkan kaki mu
                                       Fm
di atas rumput hijau
                                G               Fm G C
kau melambangkan semangat jiwaku           

chourse  1
                               Am        Fm                  G Fm G
persib bandung ku kau selalu di hatiku
Cm                        Am         Fm             G   Fm G
persib bandung ku jayalah kau selalu

Intro : C Am Fm G

C                                         Am
kau selalu terdepan
                                        Fm
dan selalu number one
                                 G
ku teriakan lawan
                Fm             G        C
untuk seorang pemenang

Am
ku kan selalu berdiri
                                    Fm
menatapmu berlari
             G             Fm        G           C
walau badai  menanti ku di sini

chourse  2
                                  Am        Fm                  G Fm G
persib bandung ku kami disni mendukung mu
C                        Am         Fm             G   Fm G
persib bandung ku kalah kan semua lawan mu

brigde

Fm             G          C  Bm  Am G
persib bandung ku
Fm             G          Bm  Am G
darah daging ku
Fm             G          C  Bm  Am G
ke banggaanku
Fm             G          C
persib bandung

Intro : C Am Fm G 2x
back to chourse  1
 over tone
 chourse  1
 chourse  2
 brigde

             





Senin, 18 Juni 2012

iodometri - iodimetri

Iodimetri adalah analisa titrimetri untuk zat-zat reduktor seperti natrium tiosulfat, arsenat dengan menggunakan larutan iodin baku secara langsung. Iodometri adalah analisa titrimetri untuk zat-zat reduktor dengan penambahan dengan penambahan larutan iodin baku berlebihan dan kelebihannya dititrasi dengan larutan natrium tiosulfat baku. Pada titrasi iodimetri titrasi oksidasi reduksinya menggunakan larutan iodum. Artinya titrasi iodometri suatu larutan oksidator ditambahkan dengan kalium iodida berlebih dan iodium yang dilepaskan (setara dengan jumlah oksidator) ditirasi dengan larutan baku natrium tiosulfat. (1)

Bagan reaksi :

Ox + 2 I- I2 + red

I2 + 2 S2O3= 2 I- + S4O6=

Titrasi dapat dilakukan tanpa indikator dari luar karena larutan iodium yang berwarna khas dapat hilang pada titik akhir titrasi hingga titik akhir tercapai. Tetapi pengamatan titik akhir titrasi akan lebih mudah dengan penambahan larutan kanji sebagai indikator, karena amilum akan membentuk kompleks dengan I2 yang berwarna biru sangat jelas. Penambahan amilum harus pada saat mendekati titik akhir titrasi. Hal ini dilakukan agar amilum tidak membungkus I2 yang menyebabkan sukar lepas kembali, dan ini akan menyebabkan warna biru sukar hilang, sehingga titik akhir titrasi tidak terlihat tajam. (2)

Indikator kanji merupakan indikator yang sangat lazim digunakan, namun indikator kanji yang digunakan harus selalu dalam keadaan segar dan baru karena larutan kanji mudah terurai oleh bakteri sehingga untuk membuat larutan indikator yang tahan lama hendaknya dilakukan sterilisasi atau penambahan suatu pengawet. Pengawet yang biasa digunakan adalah merkurium (II) iodida, asam borat atau asam formiat. Kepekatan indikator juga berkurang dengan naiknya temperatur dan oleh beberapa bahan organik seperti metil dan etil alkohol. (3)

Iodium hanya sedikit sekali larut dalam air (0,00134 mol/liter pada 25oC), namun sangat mudah larut dalam larutan yang mengandung ion iodida. Iodium membentuk kompleks triiodida dengan iodida, dengan tetapan keseimbangan 710 pada 25oC. Penambahan KI untuk menurunkan keatsirian dari iod, dan biasanya ditambahkan KI 3-4 % dalam larutan 0,1 N dan kemudian wadahnya disumbat baik-baik dan menggunakan botol yang berwarna gelap untuk menghindari penguraian HIO oleh cahaya matahari. (3)

Pada proses iodometri atau titrasi tidak langsung banyak zat pengoksid kuat yang dapat dianalisis dengan menambahkan KI berlebihan dan mentitrasi iodium yang dibebaskan. Karena banyak zat pengoksid yang menuntut larutan asam untuk bereaksi dengan iodida, natrium tiosulfat lazim digunakan sebagai titran. Beberapa tindakan pencegahan perlu diambil untuk menangani KI untuk menghindari galat. Misalnya ion iodida dioksidai oleh oksigen di udara :

4 H+ + 4 I- + O2 2 I2 + 2 H2O

Reaksi ini lambat dalam larutan netral namun lebih cepat dalam larutan asam dan dipercepat dengan cahaya matahari. Setelah penambahan KI ke dalam suatu larutan (asam) dari suatu zat pengoksid larutan tak boleh dibiarkan terlalu lama bersentuhan dengan udara, karena akan terbentuk tambahan iodium oleh reaksi tersebut di atas. (4)

Pada titrasi iodometri titrasi harus dalam keadaan asam lemah atau nertal karena dalam keadaan alkali akan terbentuk iodat yang terbentuk dari ion hipoiodit yang merupakan reaksi mula-mula antara iodin dan ion hidroksida, sesuai dengan reaksi :

I2 + O2 HI + IO-

3 IO- IO3- + 2 I-

dalam keadaan alkali ion-ion ini akan mengoksidasi sebagian tiosulfat menjadi ion sulfat sehingga titik kesetarannya tidak tepat lagi. Namun pada proses iodometri juga perlu dihindari konsentrasi asam yang tinggi karena asam tiosulfat yang dibebaskan akan mengendap dengan pemisahan belerang, sesuai dengan reaksi berikut :

S2O3= + 2 H+ H2S2O3

8 H2S2O3 8 H2O + 8 SO2 + 8 S

Larutan tiosulfat tidak stabil dalam waktu lama. Bakteri yang memakan belerang akan masuk ke dalam larutan ini dan proses metaboliknya akan mengakibatkan pembentukan SO3=, SO4= dan belerang koloidal. (3)

Tiosulfat diuraikan dalam bentuk belerang dalam suasana asam sehingga endapan mirip susu. Tetapi reaksi tersebut lambat dan tak terjadi jika larutan dititrasikan ke dalam larutan iodium yang asam dan dilakukan pengadukan yang baik. Iodium mengoksidasi tiosulfat menjadi ion tetraionat

I2 + 2 S2O3= 2 I- + S4O6=

Reaksi ini sangat cepat dan berlangsung sampai lengkap benar tanpa reaksi samping. Dalam larutan netral atau sedikit sekali basa oksidasi ke sulfat tidak terjadi terutama jika digunakan iodium sebagai titran. (4)

Iodometri menurut penggunaan dapat dibagi menjadi 4 golongan yaitu :

Titrasi iod bebas.
Titrasi oksidator melalui pembentukan iodium yang terbentuk dari iodida.
Titrasi reduktor dengan penemtuan iodium yang digunakan.
Titrasi reaksi, titrasi senyawa dengan iodium melalui adisi atau subsitusi.

Minggu, 06 Mei 2012

Titrasi Kompleksometri

Titrasi kompleksometri

emm minggu ini kita akan sedikit  membahas tentang Titrasi yaaa  . titrasi itu kan bermacam-macam  .. ya kan ?  tapi sekarang kita akan ngebahas tentang Titrasi kompleksometri, yaitu titrasi berdasarkan pembentukan persenyawaan kompleks (ion kompleks atau garam yang sukar mengion), Kompleksometri merupakan jenis titrasi dimana titran dan titrat saling mengkompleks, membentuk hasil berupa kompleks. Reaksi–reaksi pembentukan kompleks atau yang menyangkut kompleks banyak sekali dan penerapannya juga banyak, tidak hanya dalam titrasi.
Titrasi kompleksometri juga dikenal sebagai reaksi yang meliputi reaksi pembentukan ion-ion kompleks ataupun pembentukan molekul netral yang terdisosiasi dalam larutan. Persyaratan mendasar terbentuknya kompleks demikian adalah tingkat kelarutan tinggi. perlu pengertian yang cukup luas tentang kompleks, sekalipun disini pertama-tama akan diterapkan pada titrasi. Contoh reaksi titrasi kompleksometri :

Ag+ + 2 CN- Ag(CN)2
Hg2+ + 2Cl- HgCl2
(Khopkar, 2002).Salah satu tipe reaksi kimia yang berlaku sebagai dasar penentuan titrimetrik melibatkan pembentukan (formasi) kompleks atau ion kompleks yang larut namun sedikit terdisosiasi. Kompleks yang dimaksud di sini adalah kompleks yang dibentuk melalui reaksi ion logam, sebuah kation, dengan sebuah anion atau molekul netral (Basset, 1994)
Selain titrasi komplek biasa seperti di atas, dikenal pula kompleksometri yang dikenal sebagai titrasi kelatometri, seperti yang menyangkut penggunaan EDTA. Gugus-yang terikat pada ion pusat, disebut ligan, dan dalam larutan air, reaksi dapat dinyatakan oleh persamaan :
M(H2O)n + L = M(H2O)(n-1) L + H2O
(Khopkar, 2002).




Senin, 26 Maret 2012

Titrasi Asam-Basa

Titrasi asam basa adalah Salah satu aplikasi stoikiometri larutan adalah titrasi. Titrasi merupakan suatu metode yang bertujuan untuk menentukan banyaknya suatu larutan dengan konsentrasi yang telah diketahui agar tepat habis bereaksi dengan sejumlah larutan yang dianalisis atau ingin diketahui kadarnya atau konsentrasinya. Suatu zat yang akan ditentukan konsentrasinya disebut sebagai “titran” dan biasanya diletakkan di dalam labu Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titer” atau “titrat”  dan biasanya diletakkan di dalam “buret”. Baik titer maupun titran biasanya berupa larutan.
Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatkan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa atau aside alkalimetri, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatkan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. (Pada site ini hanya dibahas tentang titrasi asam basa).

Prinsip Titrasi Asam-Basa

Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa atau sebaliknya. Titrant ditambahkan titer tetes demi tetes sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi) yang biasanya ditandai dengan berubahnya warna indikator. Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”, yaitu titik dimana konsentrasi asam sama dengan konsentrasi basa atau titik dimana jumlah basa yang ditambahkan sama dengan jumlah asam yang dinetralkan : [H+] = [OH-]. Sedangkan keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna indikator disebut sebagai “titik akhir titrasi”. Titik akhir titrasi ini mendekati titik ekuivalen, tapi biasanya titik akhir titrasi melewati titik ekuivalen. Oleh karena itu, titik akhir titrasi sering disebut juga sebagai titik ekuivalen.
Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan (netralisasi). Salah satu contoh titrasi asam basa yaitu titrasi asam kuat-basa kuat seperti natrium hidroksida (NaOH) dengan asam hidroklorida (HCl), persamaan reaksinya sebagai berikut: NaOH(aq) + HCl(aq)   NaCl (aq) + H2O(l)
contoh lain (seperti di atas)
Larutan baku Primer dan Sekunder
Larutan baku adalah larutan suatu zat terlarut yang telah diketahui konsentrasinya. Terdapat 2 macam larutan baku, yaitu: 1. Larutan baku primer Adalah suatu larutan yang telah diketahui secara tepat konsentrasinya melalui metode gravimetri. Nilai konsentrasi dihitung melalui perumusan sederhana, setelah dilakukan penimbangan teliti zat pereaksi tersebut dan dilarutkan dalam volume tertentu. Contoh: K2Cr2O7, AS2O3, NaCl, asam oksalat, asam benzoat. Syarat-syarat larutan baku primer: – mudah diperoleh, dimurnikan, dikeringkan(jika mungkin pada suhu 110-120 derajat celcius) dan disimpan dalam keadaan murni. – tidak bersifat higroskopis dan tidak berubah berat dalam penimbangan di udara. – zat tersebut dapat diuji kadar pengotornya dengan uji kualitatif dan kepekaan tertentu. – sedapat mungkin mempunyai massa relatif dan massa ekivalen yang besar, sehingga kesalahan karena penimbangan dapat diabaikan. – zat tersebut harus mudah larut dalam pelarut yang dipilih. – reaksi yang berlangsung dengan pereaksi tersebut harus bersifat stoikiometrik dan langsung. kesalahan titrasi harus dapat diabaikan atau dapat ditentukan secara tepat dan mudah. 2. Larutan baku sekunder Adalah suatu larutan dimana konsentrasinya ditentukan dengan jalan pembakuan menggunakan larutan baku primer, biasanya melalui metode titrimetri. Contoh: AgNO3, KMnO4, Fe(SO4)2 Syarat-syarat larutan baku sekunder: – derajat kemurnian lebih rendah daripada larutan baku primer – mempunyai BE yang tinggi untuk memperkecil kesalahan penimbangan – larutannya relatif stabil dalam penyimpanan.
Indikator Asam-BasaIndikator asam-basa adalah senyawa halokromik yang ditambahkan dalam jumlah kecil ke dalam sampel, umumnya adalah larutan yang akan memberikan warna sesuai dengan kondisi [pH]] larutan tersebut. Pada temperatur 25° Celsius, nilai pH untuk larutan netral adalah 7,0. Di bawah nilai tersebut larutan dikatakan asam, dan di atas nilai tersebut larutan dikatakan basa. Kebanyakan senyawa organik yang dihasilkan makhluk hidup mudah melepaskan proton (BErsifat sebagai Asam Lewis), umumnya Asam Karboksilat dan Amina, sehingga indikator asam-basa banyak digunakan dalam bidangkimia hayati dan kimia analitik. Mekanisme perubahan warna oleh indikator adalah reaksi asam-basapembentukan kompleks, dan reaksi redoks 
-Indikator sebagai asam lemah
1. Lakmus
2. Jingga metil ( Methyl Orange)
3. Fenolftalein
4.pH meter





























Senin, 19 Maret 2012

Senyawa Ion

Senyawa ion merupakan senyawa yang terbentuk dari ikatan ion. Ikatan ion sendiri mempunyai beberapa definisi, salah satunya adalah ikatan yang terbentuk antara ion positif dan ion negative.

Ion positif disebut juga sebagai kation, dapat berupa kation monoatomik/ion logam (Na+, K+, Li+, Ca2+, Mg2+, Al3+, etc) maupun kation poliatomik seperti NH4+.

Ion negative disebut juga sebagai anion, dapat berupa anion monoatomik/ion non logam (F-, Cl-, Br-, I-, O2-, S2-) maupun anion poliatomik (OH-, NO3-, CO32-, SO42-, PO43-, etc).

Sebelum menuliskan nama senyawa ion, alangkah baiknya mengenal beberapa kation dan anion yang disajikan pada table berikut ini.



JENIS-JENIS ION
nama kation/ion positif/ion logam


nama anion/ion negatif/ion non logam







































Minggu, 18 Maret 2012

Titrasi part 1


Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa)
Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “titrant” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titer” dan biasanya diletakkan di dalam “buret”. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.

Prinsip Titrasi Asam basa
Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya.
Titrant ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”.
Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titrant, volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titrant.

Minggu, 04 Maret 2012

MINERAL


hi teman hari ini kita bahas soal mineral yu . apa sih yang dimaksud dengan mineral, trus klasifikasi dalam penggolongan mineral serta dari mana aja bisa dapet mineral dan apa aja yang dapat menglilangkam mineral. cekidot ------>  
Apa sih Mineral itu ? Kata "Mineral" ,kata ini pasti sering sekali kita dengar, terutama pada produk-produk susu ataupun air mineral yang beredar di pasaran umum dengan berbagai merk. Mineral merupakan senyawa esensial untuk berbagai proses selular tubuh. Tanpa adanya mineral, tubuh tidak mungkin dapat berfungsi dengan semestinya. Mineral juga berperan penting dalam pembentukkan struktural dari jaringan keras dan lunak, kerja sistem enzim, kontraksi otot dan respon saraf serta dalam pembekuan darah. Mineral sendiri dibutuhkan dalam jumlah kecil oleh karena itu seringkali disebut mikronutrien,seringkali kita tidak asing dengan yang namanya Vitamin,,apakah mineral juga bisa disebut vitamin?
Mineral berbeda dengan vitamin tetapi keduanya termasuk mikronutrient. Memang seringkali terjadi kesalahan pahaman antara mineral dengan vitamin, dan perbedaannya adalah :
1.Mineral adalah unsur inorganik, artinya tetap dapat mempertahankan bentuknya dalam tubuh Anda. Tidak seperti vitamin, mineral tidak dapat hancur oleh panas, asam, udara, atau pun proses pencampuran.
2.
Satu unsur mineral tidak dapat berubah menjadi unsur mineral lainnya. Contoh: Fe (zat besi) mungkin akan bergabung dengan unsur lain dalam bentuk senyawa garamnya, tetapi tidak mungkin berubah menjadi unsur yang lain, Ca (kalsium) misalnya. Hal ini berbeda dengan vitamin karena vitamin bisa berubah bentuk lain seperti provitamin (vitamin yang belum aktif) dan vitamin juga mudah sekali hancur oleh panas maupun sinar UV, contohnya riboflavin (B2).
3.
Setelah mineral memasuki tubuh Anda, mereka akan menjalankan tugasnya yaitu membantu proses metabolisme, seperti magnesium yang berperan penting bagi tubuh terutama untuk relaksasi otot serta jaringan syaraf.
4.
Proses penyerapan mineral juga berbeda dari vitamin terutama dari segi jumlah dan penanganannya dalam tubuh Anda.
Mineral ini walaupun dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit tetapi manfaatnya besar dalam tubuh kita,mineral memang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit tetapi manfaatnya banyak sekali dan mineral yang diperlukan tubuh dapat dibagi menjadi 2 kelas, yaitu makromineral dan mikromineral
1.Makromineral adalah mineral-mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang cukup besar, sebaliknya . Yang termasuk di dalam kelas makromineral adalah kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, sulfur, klorin dan besi.
2.Mikromineral adalah mineral-mineral yang diperlukan dalam jumlah yang sedikit  adalah boron, kobalt, tembaga, kromium, fluor, iodium, mangan, molibdenum, selenium, silikon, dan zink. Saat tubuh kekurangan asupan mineral-mineral tersebut, tubuh mengambilnya dari otot, hati dan bahkan tulang. Tubuh manusia tidak dapat memproduksi mineral sendiri. Kebutuhan mineral ini biasanya didapat dari daging dan tumbuh-tumbuhan. Dan memasukkan mineral dalam diet sehari-hari sangat penting, karena bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Ada 6 mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu sebagai berikut :
1.Kalsium
Menurut dietary suplemen, tubuh kita membutuhkan 1.000 mg kalsium setiap hari dan 1.200 mg saat usia 50 tahun keatas. Sekitar 99% kalsium disimpan dalam tulang dan gizi, dan dimanfaatkan untuk pertumbuhan sedangkan 1% sisanya digunakan untuk membantu mengangkut darah keseluruh tubuh, memproduksi hormon tertentu dan membantu kerja saraf. Kalsium dapat di peroleh dari susu, yoghurt, keju, bayam dan brokoli.2.Khrom
Walaupun tubuh membutuhkan mineral ini dalam jumlah kecil, tetapi manfaatnya sangat besar bagi metabolisme tubuh. Khrom dapat membantu proses insulin dan menyimpan karbohidrat, lemak dan protein tubuh. Wanita membutuhkan 0.025 mg khromium dalam sehari sedangkan pria membutuhkan 0,035 mg. Makanlah brokoli, apel, gandum dan jus jeruk untuk mendapatkan khromium yang dibutuhkan.
3.Seng
Seng bekerja menjaga sistem kekebalan tubuh dan mem,bantu penyembuhan luka. Pria membutuhkan 11 mg seng, sementara wanita hanya perlu 8 mg per hari. Makanan yang mengandung mineral ini adalah tiram, daging sapi, daging ayam, almond, keju, dan yoghurt.
4.Magnesium
Magnesium merupakan mineral penting untuk memperkuat tulang. Setengah dari magnesium dalam tubuh ditemukan dalam tulang. Selain itu tubuh menggunakan magnesium untuk mengatur denyut jantung, fungsi saraf dan gerakan otot. Wanita membutuhkan 310 mg magnesium dan pria membutuhkan 400 mg setiap hari. Makanan yang berbahan susu, kacang-kacangan, bayam, makanan laut, dan kedelai kaya akan magnesium.
5.Zat Besi
Zat besi membantu darah membawa oksigen ke setiap sel, jaringan darn organ dalam tubuh. Zat besi juga berperan dalam pertumbuhan, pemeliharaan dan diferensiasi sel. Wanita membutuhkan lebih banyak, sekitar 18 mg per hari, karena mengalami menstruasi dan memiliki resiko lebih tinggi terkena anemia. Sedangkan pria membutuhkan 8 mg zat besi setiap hari. Mengkonsumsi daging dan ikan dapat mencukupi kebutuhan zat besi dalam tubuh.
6.Selenium
Selenium berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Selenium juga membantu kelenjar tiroid untuk mengatur hormon-hormon dalam tubuh. Tubuh membutuhkan 0,055 mg selenium setiap hari yang terdapat dalam kacang brazil, tuna, mie atau nasi, keju dan telur.
Seringkali kita juga mendengar kata iodium,,apakah iodium juga tergolong dalam Mineral? Iodium merupakan mineral yang fungsinya juga tidak bisa diabaikan seperti kita ketahui jika kekurangan iodium akan mengakibatkan gondok dan kretin. Kebutuhan kita akan Iodium seharusnya dapat tercukupi dari makanan kita sehari-hari dan orang dewasa membutuhkan 0,14 mg per hari. Iodim ini banyak terdapat pada ikan laut dan kerang-kerangan. Iodium juga dapat ditemukan pada tumbuhan seperti sereal dan padi-padian. Iodium berfungsi membantu proses pembentukan hormon-hormon dari kelenjat tyroid. Saat ini iodium sudah difortifikasi pada garam mengingat angka GAKY yang meningkat tetapi penggunaannya juga jangan berlebihan mengingat efek sampingnya maka dianjurkan mengkonsumsi garam tidak lebih dari 6 gr per hari atau 1 sdt setiap hari.

Cara mengatur makanan agar kebutuhan mineral kita tercukupi
maka makanlah makanan seimbang dengan mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam karena sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantitasnya. Dan kekurangan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur. kita tidak dapat bergantung kepada air minum untuk mensuplay jumlah dan jenis mineral yang diperlukan tubuh anda. Dan jenis yang baik untuk tubuh kita adalah mineral organik yang hanya bisa didapatkan langsung dari sayur dan buah-buahan, atau secara tidak langsung dari daging hewan. Karena dari antara manusia, hewan, dan tumbuhan, hanya tumbuhan yang dapat memproses mineral dari tanah melalui fotosintesa dan merubahnya menjadi organik. Mineral anorganik yang berasal dari air tanah tidak dapat dimanfaatkan tubuh kita dengan baik dan bila terus ditimbun dapat menyebabkan berbagai penyakit. Air yang murni dapat juga membantu membersihkan timbunan tersebut dari tubuh kita. Sedangkan mengenai jumlah, air minum tidak mengandung jumlah mineral yang cukup atau berarti untuk kebutuhan tubuh kita. Kebutuhan mineral tubuh kita setiap harinya, berdasarkan informasi dari badan U.S. Food & Drug Administration dan sebuah website kesehatan, adalah sebagai berikut: Calcium = 1.000 mg, Magnesium = 400 mg, Potassium = 2.000 mg. Untuk memenuhi kebutuhan mineral tersebut, bila dibandingkan antara air mineral yang diperlukan dan alternatifnya dari sayur/buah/susu, hasilnya adalah sebagai berikut : Calcium: minum 87 liter air, atau alternatifnya, 3 gelas susu.
Magnesium: minum 50 liter air, atau alternatifnya, 140 gram kacang mete.
Potassium: minum 323 liter air, atau alternatifnya, 5 buah pisang. Walaupun tidak mengandung jumlah mineral yang cukup tetapi keberadaan air minum ini tidak dapat kita abaikan,
Karena air sendiri bermanfaat bagi tubuh untuk melancarkan transportasi zat gizi dalam tubuh, mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral dalam tubuh, mengatur suhu tubuh, melancarkan dalam proses buang air besar dan kecil. Dan untuk memenuhi fungsi tersebut cairan yang dikonsumsi orang dewasa, terutama air minum sekurang-kurangnya 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas per hari. Selain itu mengkonsumsi cukup cairan dapat dapat mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh, dan dapat menurunkan resiko penyakit batu ginjal. Kelebihan satu mineral dalam tubuh juga dapat berpengaruh pada metabolisme tubuh yaitu sebagai berikut :
1.Ca : mengkonsumsi kalsium dosis tinggi dapat menyebabkan nyeri lambung dan diare
2.Mg : dapat mengakibatkan diare
3.Na : meningkatkan tekanan darah tinggi dan beresiko terhadap stroke dan serangan jantung
4.P : nyeri lambung dan jika konsumsi dosis tinggi dalam waktu lama dapat menurunkan jumlah kalsium dalam tubuh sehingga tulang lebih beresiko terhadapa fraktur.
5.Kalium : menyebabkan nyeri lambung, mual dan diare
6.Fe : konstipasi, mual dan nyeri lambung.
7.Boron : mengurangi fertilitas pada pria dan boron banyak terdapat pada sayuran dan kacang-kacangan
8.Cobalt : berpengaruh pada jantung dan berpengaruh menurunkan fertilitas pada pria
9.Tembaga : menyebabkan nyeri lambung dan diare. Jika dikonsumsi lebih lama akan mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal.
Klasifikasi dan definisi mineral
Agar dapat diklasifikasikan sebagai mineral sejati, senyawa tersebut haruslah berupa padatan dan memiliki struktur kristal. Senyawa ini juga harus terbentuk secara alami dan memiliki komposisi kimia yang tertentu. Definisi sebelumnya tidak memasukkan senyawa seperti mineralyang berasal dari turunan senyawa organik. Bagaimanapun juga, pada tahun 1995 the International Mineralogical Association telah mengajukan definisi baru tentang definisi material:Mineral adalah suatu unsur atau senyawa yang dalam keadaan normalnya memilili unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses geologi.

Makanan apa saja yang dapat mencuri tabungan mineral tubuh?

nah ini ada beberapa Makanan Pencuri Mineral Dalam Tubuh:
1. Garam atau natrium
Mengonsumsi makanan yang mengandung garam alias asin secara berlebihan dapat meningkatkan pembuangan kalsium melalui urine, yang berpotensi menyusutkan jumlah tabungan kalsium tulang dan bisa menyebabkan osteoporosis.
Garam (natrium) merupakan musuh utama bagi penyerapan kalsium, karena garam terkandung dalam hampir semua makanan olahan, seperti daging olahan (ham, hot dog), makanan siap saji (pizza, burger, kentang goreng), makanan olahan dan kalengan.
2. Minuman ringan dan bersoda yang membuang kalsium
Kebanyakan minuman ringan dan bersoda mengandung banyak asam folat yang juga dapat meningkatkan ekskresi kalsium dalam urine.
3. Kafein pada teh dan kopi yang mengganggu penyerapan zat besi
The National Women’s Health Information Center menyatakan bahwa minum kopi atau teh bersamaan dengan makanan mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari dalam makanan.
Selain itu, kelebihan kafein pada kopi atau teh juga melarutkan kalsium sehingga dapat melemahkan tulang.
Maka dari itu, teh dan kopi merupakan pantangan bagi orang yang menderita anemia (kekurangan darah) dan osteoporosisi (pengeroposan tulang).
4. Sayuran yang terlalu matang mencuri zat besi dan asam folat
Sayuran hijau yang dimasak terlalu matang dapat mengurangi penyerapan zat besi, asam folat dan B12 dari sayuran. Sebaliknya, sayuran mentah atau dikukus setengah matang justru baik untuk kebutuhan mineral tubuh.
5. Protein kedelai yang memblok zat besi
College of Family Physicians, Kanada, menyatakan bahwa protein dalam kedelai dapat mengurangi dan memblok penyerapan zat besi dalam tubuh.


Mineral dibutuhkan dalam jumlah kecil tetapi fungsi mineral tidak dapat diabaikan. Kekurangan mineral ini jarang terjadi jika kita mengkonsumsi makanan yang bervariasi, kecuali pada zat besi dan iodium seperti kita ketahui jika kekurangan zat besi maka akan mengakibatkan anemia. Dan jika kekurangan mineral zink akan menyebabkan pengelupasan kulit kepala atau sering kita sebut dengan ketombe. Kekurangan kalsium akan mengakibatkan tulang keropos, gigi tidak sehat serta kuku dan rambut yang mudah patah.
Kekurangan mineral dalam tubuh akan menimbulkan berbagai penyakit :
  • Peningkatan peluang pilek dan flu
  • Pertumbuhan terhambat dan tulang rapuh
  • Tekanan darah tinggi
  • Depresi dan kecemasan
  • Anemia
  • Sakit otot dan osteoporosis
  • Masalah pencernaan (seperti sakit maag, sembelit, mual atau diare)
makanya sebisa mungkin kita harus tetep menyeimbangkan asupan makanan yang berguna untuk tubuh jangan hanya salah satu yang kurang atau juga hanya satu yang di utamakan yah ..
keep'n your health guys :D